Regulator Cina Mendesak Penutupan Toko Online Rokok Elektronik

SHANGHAI ✪ Regulator tembakau Cina telah mengeluarkan pemberitahuan kepada platform dan bisnis e-commerce untuk segera menutup toko online yang menjual produk rokok elektronik, hal ini merupakan upaya langkah yang bertujuan menghentikan anak di bawah umur untuk membeli rokok elektronik melalui internet.
Pemberitahuan itu tidak lama setelah platform online dan pengecer di Amerika Serikat meluncurkan penghentian serupa di tengah pengawasan pemerintah terhadap efek vaping pada kesehatan masyarakat.
Hal ini dipicu ketika sekelompok warganegara Cina membidik pemasaran yang lebih potensial untuk rokok elektronik.
Pemberitahuan dirilis sehari kemudian di situs web ‘China Tobacco’ yang dipantau oleh para regulator tembakau negara itu, Rabu.
Berdasarkan untuk perlindungan kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur, maka pihak regulator tembakau Cina mendesak produsen rokok elektronik, pengecer, maupun penjual secara individu untuk sementara waktu menutup situs dan saluran penjualan online.
Cina merupakan rumah bagi lebih dari 300 juta perokok, dan menjadikannya pasar perokok terbesar di dunia.
Beberapa tahun terakhir perusahaan baru Cina telah meluncurkan produk dengan karakteristik desain yang serupa, dipromosikan oleh toko online Juul yang berkolaborasi dengan Altria Group Inc, dan mampu menyapu pemasaran di Amerika Serikat.
Sementara itu perusahaan yang beroperasi di wilayah abu-abu di Cina, saat ini belum ada aturan standar yang mengikat untuk pembuatan dan penjualan rokok elektronik.
Selama ini, ‘China Tobacco’ beroperasi di support oleh negara itu, mengendalikan penjualan dan distribusi semua produk tembakau di seluruh negeri.
Demikian pula perusahaan rokok elektronik, ‘Relx Technology’ yang saat ini menguasai pangsa pasar di Tiongkok dan terbesar di dunia, didirikan oleh seorang mantan Kepala Uber Cina, Kate Wang pada Januari 2018 sebagaimana produk ini telah mengalami kesuksesan luar biasa.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh ‘Relx Technology’ melalui Reuters, bahwa mereka akan bersedia mematuhi ketentuan dari pihak regulator tembakau dan bersedia menutup saluran penjualan online perusahaan.
Interaksi Berita