Polisi Ringkus Sindikat Penyelundupan Pekerja Migran dan Memburu Tersangka Lain


BATAM, KEPRI ✪
Dua orang tersangka berinisial JI dan AS ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tenggelamnya kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia secara ilegal di perairan Johor, Malaysia. Kedua tersangka tersebut menjalani pemeriksaan setelah diringkus oleh tim gabungan Dit Reskrimum Polda Kepri dan Polres Bintan, Senin (27/12/2021).

Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi dari atase Kepolisian Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia pada Rabu (15/12/2021), sebagaimana telah terjadi kecelakaan kapal pengangkut pekerja migran indonesia Ilegal di lintas perbatasan wilayah provinsi Kepulauan Riau. Atas interaksi Informatif tersebut, jajaran tim gabungan melakukan rangkaian penyelidikan investigasi sehingga pada Jumat (24/12/2021) tim ditreskrimum berhasil meringkus kedua orang tersangka yang diduga kuat sebagai penampung pekerja migran Ilegal.

“Kedua orang tersangka tersebut ditangkap berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan analisis petunjuk keterangan saksi berikut bukti yang ditemukan. Tersangka berinisial JI alias J diringkus saat berada dirumahnya di wilayah kavling harapan jaya, bengkong sadai, kota batam, dan tersangka AS alias AB dibekuk di perumahan cendana, batam center, kota batam,” ulas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Sementara ini, terhadap kedua tersangka telah diterapkan dugaan tindak pidana orang perseorangan, bahwa dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran indonesia ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 dan pasal 83 undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia.

“Ancaman terlama 10 tahun penjara dan denda terbanyak Rp15 miliar,” tegas Harry.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dan penyitaan 7 unit speed boat fiber yang digunakan untuk transportasi pengiriman migran, dan juga 1 unit kapal kayu yang digunakan untuk penampungan sementara. Demikian dilansir dari Tribratanews.

Selain itu, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian juga menguraikan, kedua tersangka tersebut merupakan perantara yang berada di kota Batam, bertindak sebagai pengumpul atau penerima pekerja migran indonesia (PMI) ilegal.

“Mereka ini tidak bekerja sendiri, ini merupakan sindikat dan masih ada bagian lainnya, untuk sementara ini baru dua yang kita dapatkan namun untuk tersangka lain masih terus kita buru,” tandasnya. (*)

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: