Petugas Polwan Prancis Tewas Ditusuk dalam Serangan Teror

PARIS ✪ Otoritas Prancis telah menahan tiga orang dan membuka penyelidikan aksi teror setelah seorang laki-laki menyerang dan membunuh seorang petugas administrasi polisi dengan pisau di sebuah kantor polisi di pinggiran kota Paris, hari Jumat (23/4).

Pejabat keamanan mengatakan penyerang menikam seorang pegawai administrasi polisi perempuan di luar kantor polisi itu di Rambouillet, pinggiran barat daya kota Paris.

Para pejabat mengatakan setidaknya seorang petugas polisi di tempat kejadian berhasil menembak tewas penyerang tersebut, yang diidentifikasi sebagai warga negara Tunisia berusia 36 tahun yang tinggal di Prancis. Kantor berita Prancis melaporkan laki-laki itu tidak punya catatan kriminal dan tidak dikenal polisi.

Pihak berwenang mengatakan korban adalah seorang administrator polisi perempuan berusia 49 tahun, yang sedang kembali ke kantor setelah istirahat makan siang, ketika diserang dan ditusuk di tenggorokan. Saksi mata mengatakan penyerang meneriakkan “Allahu Akbar” – “Tuhan maha besar” ketika menikam korban.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex, bersama pejabat lainnya, berada di lokasi kejahatan di Rambouillet, kawasan kaya di pinggiran kota sekitar 60 kilometer barat daya Paris di wilayah Yvelines, Prancis. Castex, dan jaksa antiteror Prancis Jean-Francois Ricard, yang juga berada di tempat kejadian, mengatakan insiden itu akan diselidiki sebagai serangan teroris.

Pada akun Twitter-nya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis membela administrator polisi yang tewas itu, keluarganya, rekan-rekannya, dan polisi. “Dalam perang melawan terorisme Islam, kita tidak akan menyerah.”

Serangan itu terjadi enam bulan setelah serangan pisau lainnya di wilayah itu ketika seorang remaja Islam memenggal kepala seorang guru sekolah di Conflans, kota lain di luar Paris.

Prancis telah mengalami gelombang serangan militan Islamis atau individu yang diilhami oleh Islam dalam beberapa tahun terakhir yang telah menewaskan sekitar 250 orang. [my/pp]

 

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: