Persempit Kesenjangan, China Luncurkan Teknologi Nirkabel Layanan 5G

BEIJING ✪ Tiga operator telekomunikasi utama China meluncurkan teknologi nirkabel 5G pada Kamis (1/10), saat negara itu berlomba untuk mempersempit kesenjangan teknologinya dengan AS di tengah perang dagang memanas.
Operator terbesar di negara itu, China Mobile mengumumkan layanan 5G-nya yang tersedia di 50 kota termasuk Beijing, Shanghai Shenzhen, dan terkemas dari beberapa paket mulai dari 18 dolar atau sekitar 250 ribu rupiah per bulan.
Pesaing China Telecom dan China Unicom juga menawarkan layanan dengan harga yang sebanding di kota-kota besar, menurut pemberitahuan di situs web mereka.
Sementara itu, layanan internet seluler ultra cepat sebagaimana 100 kali lebih cepat dari jaringan 4G yang ada, memungkinkan konsumen untuk mengunduh film berdurasi penuh dalam hitungan detik, atau menggunakan aplikasi dengan realitas virtual.
Teknologi ini juga akan membuka jalan bagi pengemudi mobil tanpa mengendarai, otomatisasi lebih lanjut di pabrik, dan memungkinkan pengguna untuk mengontrol peralatan dari jarak jauh seperti pembuat kopi dan oven melalui internet.
China diperkirakan akan menjadi pelopor dalam penerapan layanan 5G dengan lebih dari 170 juta pelanggan 5G pada tahun depan, menurut perkiraan oleh China Telecom.

Jaringan seluler 5G yang menyediakan layanan internet seluler berkecepatan tinggi, memungkinkan pengguna mengunduh seluruh film dalam hitungan detik

Redaksi
Demikian pula Korea Selatan, berada di posisi kedua dengan 75.000 pengguna yang diprediksi, diikuti oleh AS dengan 10.000, seperti dikatakan analis di Sanford C. Bernstein dalam catatan penelitian pekan lalu.
“China akan mempromosikan integrasi mendalam teknologi informasi generasi baru dan ekonomi riil,” kata Chen Zhaoxiong, wakil menteri Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi pada konferensi teknologi, Kamis.
Chen juga menjelaskan, “hal Ini melibatkan percepatan integrasi dan penerapan 5G dalam industri, transportasi, energi, pertanian, pendidikan dan kesehatan,” kata dia, menurut sebuah pernyataan di situs web kementerian.
Beijing telah mendorong peluncuran teknologi secara cepat, dan perencana ekonomi negara China menargetkan pada Januari, bahwa mengembangkan jaringan 5G adalah salah satu “prioritas investasi” tahun ini.
Meskipun keberhasilan jaringan 5G di rumah, raksasa telekomunikasi Cina itu akan menghadapi konsekuesi peraturan luar negeri.
Komisi Komunikasi Federal AS pada Senin mengatakan pihaknya mempertimbangkan memblokir operator telekomunikasi dari membeli peralatan perusahaan teknologi Cina Huawei dan ZTE.
AS juga mengancam sanksi akan melumpuhkan Huawei, yang diharapkan menjadi pemain terkemuka dalam menawarkan perangkat keras jaringan 5G.
Washington telah menyatakan kekhawatiran bahwa peralatan Huawei dapat mengandung celah keamanan yang memungkinkan China memata-matai lalu lintas komunikasi global, dan telah melobi negara-negara Eropa untuk menghindari hal itu.
Sementara pihak perusahaan telah berulang kali membantah tuduhan AS. [afp]
Interaksi Berita