Permintaan Carter Jet Pribadi Meningkat Selama Pandemi

INGGRIS ✪ Sementara sebagian besar perjalanan komersial terhenti selama pandemi virus corona, permintaan jet pribadi untuk perjalanan bisnis dan esensial lainnya terus bertambah. Permintaan akan moda transportasi ini melonjak dengan dikeluarkannya “daftar hijau” bagi perjalanan ke luar negeri oleh Inggris.

Terbang dengan jet pribadi sejak lama dianggap sebagai perjalanan mewah. Namun karena pandemi, pesawat komersial di seluruh dunia dikandangkan dan ketentuan jarak sosial diberlakukan. Kini penerbangan pribadi menarik perhatian penumpang yang lebih banyak dan beragam.

Di Bandara Farnborough di Inggris, lebih dari 50 jet pribadi masih datang dan pergi hampir setiap hari.

Dengan banyaknya perjalanan esensial dan bisnis masih diizinkan sejak wabah COVID-19 merebak, industri pesawat jet ini terus menerima permintaan yang stabil.

Direktur FBO (Fixed-Base Operator) di Bandara Farnborough, Dominic Osborne mengatakan, bandara sekarang ini banyak beroperasi untuk penerbangan bisnis. Pasar yang kian berkembang ini sekarang menerima perhatian yang lebih besar.

“Dengan dampak terhadap perjalanan komersial dan kesempatan untuk melakukan perjalanan secara komersial, penerbangan bisnis memberi kesempatan itu bagi London dan Farnborough dan kawasan Tenggara untuk terhubung dalam hal ekonomi dengan mitra-mitra di Eropa. Kami banyak melihat ini sebagai bagian penting ekonomi, untuk memastikan orang-orang dapat melakukan bisnis mereka setiap hari setiap pekan senormal mungkin,” jelasnya.

Para penumpang di Farnborough dapat datang di bandara dan menaiki pesawat hanya dalam waktu 15 menit.

Osborne mengatakan efisiensi dan kenyamanan ini, termasuk kemampuan menghindari antrean di bandara, menambah daya tarik menggunakan moda transportasi ini. Yang lebih penting lagi adalah pelayanan yang cepat dan kerepotan yang minimal, lanjutnya.

Perusahaan pesawat carter menyatakan minat menyewa jet pribadi meningkat banyak sejak pandemi mulai merebak.

Gareth Cadwell, direktur komersial perusahaan carter dan manajemen pesawat Voluxis mengatakan, pola ini dimulai sewaktu perbatasan negara-negara segera ditutup pada awal 2020, menyebabkan banyak orang telantar, ribuan kilometer dari tempat tinggal mereka.

“Kami sempat terburu-buru sewaktu perbatasan mulai ditutup, mulanya banyak penerbangan repatriasi, orang-orang ingin kembali pulang, bukan hanya di Inggris, tetapi pulang dari Inggris dan Eropa ke destinasi lainnya juga, itu terjadi pada awal-awal pandemi,” imbuhnya.

Cadwell menambahkan bahwa sewaktu penerbangan untuk berlibur hampir seluruhnya ditutup, masih ada permintaan bagi penerbangan pribadi untuk urusan pemerintah dan kemanusiaan, yang membuat industri penerbangan tetap aktif.

Kemudian, dengan sejumlah maskapai masih menghadapi restriksi sementara lockdown di seluruh dunia mulai dilonggarkan, permintaan atas jet pribadi kembali meningkat.

Bandara Farnborough memusatkan perhatian pada penerbangan untuk keperluan bisnis. Petugas perbatasan dan polisi hadir di bandara untuk memastikan semua penerbangan dilakukan untuk alasan yang sah.

Namun menurut staf di sana, permintaan belakangan ini menunjukkan kenaikan lalu lintas penerbangan untuk berlibur karena restriksi perjalanan internasional di Inggris telah dilonggarkan. Selain itu “daftar hijau” negara-negara di mana orang yang bepergian dari Inggris tidak perlu menjalani karantina sepulangnya mereka dari perjalanan itu telah diaktifkan.

Manajer pengembangan bisnis Bandara Farnborough Richard Wittels mengatakan permintaan meningkat luar biasa sewaktu muncul indikasi pertama bahwa berbagai restriksi akan dicabut. Ia mengatakan, orang-orang kini mencari cara lain untuk dapat bepergian dengan cara paling aman, efisien dan sedapat mungkin tidak berisiko. [uh/ab]

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: