Peretas Berselancar Membajak Akun CEO Twitter

SAN FRANCISCO ✪ Para peretas berselancar membajak akun CEO Twitter, Jack Dorsey dan mengirimkan sejumlah cuitan rasis dan vulgar kepada 4,2 juta pengikutnya, Jumat (30/8).
Cuitan yang sempat bertahan sekitar 30 menit itu, diantaranya pesan seperti “Hitler tidak bersalah” dan, menggunakan kata-kata agresif kepada Dorsey untuk merujuk pencekalan terhadap akun tertentu.
Twitter menegaskan sedang menyelidiki insiden itu, dan telah menghapus pesan tersebut.

Akun CEO Twitter, Jack Dorsey diretas, sistem keamanan Twitter perlu ditingkatkan

Redaksi delikpos.com
Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini menangguhkan sejumlah akun yang di retweet oleh peretas ketika mereka menguasai akun Dorsey. Twitter juga menangguhkan akun yang bertanggung jawab atas peretasan itu.
Berdasarkan beberapa tweet yang dikirim dari akun Dorsey, sebuah grup bernama “Chuckle Squad” diduga bertanggung jawab atas peretasan tersebut. Selain mendapatkan akun yang tidak ditangguhkan, grup yang dimaksud belum menjelaskan alasan mereka meretas akun Dorsey.
Meskipun Dorsey menggunakan dua faktor otentikasi untuk akun Twitter-nya, peretas telah menganalisis cara mengatasi tahapan keamanan ekstra. Twitter menolak berkomentar ketika ditanya apakah Dorsey menggunakan login dua faktor untuk akunnya.
Ketika peristiwa itu terjadi, dan sempat dirilis oleh VoA, pihak Twitter dan Dorsey berjanji untuk meningkatkan wacana kesehatan keamanan dan kesantunan pada layanan media sosial tersebut, serta menindak ujaran kebencian dan pelecehan.
Twitter yang sejak lama dikecam karena membiarkan dan mengendalikan perilaku buruk merajalela, sebagaimana telah melarang akun yang melanggar persyaratan dan membuat pengguna sulit menyembunyikan identitasnya.  
Interaksi Berita