Peneliti Australia Kembangkan Teknologi Transfigurasi CO2 untuk Industri

TEKNOLOGI ✪ Peneliti Australia menemukan metode untuk mengubah limbah karbon dioksida yang dihasilkan dari proses industri menjadi produk bermanfaat seperti bahan bakar sintetis dan plastik.
Teknologi yang telah dikembangkan oleh insinyur kimia dari University of NSW itu secara efektif dapat menghasilkan seperti sebuah rumah kaca yang terbuat dari plastik, dan mampu melindungi dari karbon dioksida yang berbahaya.
Sebuah konsep makalah yang diterbitkan oleh peneliti Australia, Dr Rahman Daiyan dan Dr Emma Lovell, di jurnal Advanced Energy Materials, Kamis (11/6), memaparkan tentang cara mereproduksi teknologi konversi dalam skala besar dimana proses tersebut dapat menghasilkan penyegaran udara alami sebagai ruang bernafas saat transisi bergulir menuju ekonomi hijau untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, selaras mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.
“Kita dapat mengambil sumber senyawa kimia CO2, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangkit listrik tenaga gas atau bahkan tambang gas alam. Pada dasarnya kita memanfaatkan teknologi ini untuk menghasilkan karbon dioksida CO2 dan mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi industri,” kata Dr. Lovell.
Proses ini, lanjut Dr Lovell, melibatkan pembuatan partikel nano yang bertindak sebagai katalis untuk mengubah karbon dioksida menjadi syngas atau synthetic gas dimana campuran hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO) tersebut dihasilkan melalui proses gasifikasi yang digunakan untuk industri manufaktur.
“Syngas sering dianggap setara dengan zat kimia (plastik lego) sebagaimna hidrogen dan karbon monoksida dapat digunakan dalam rasio yang berbeda untuk memurnikan bahan bakar sintetis atau synfuel seperti metanol, alkohol atau plastik yang merupakan prekursor industri, dan dapat digunakan untuk membuat semua bahan kimia industri,” ulasnya.
 
Australian Associated Press
Interaksi Berita