Pemerintah Rusia Mendiskreditkan Media Investigasi dengan Konotasi Agen Asing

MOSCOW ✪ Kepolisian Rusia menggeledah rumah pemimpin redaksi, sebuah situs berita investigasi yang baru-baru ini dilabel sebagai “agen asing,” langkah baru tersebut oleh pemerintah setempat sebagai upaya meningkatkan refresi pada media independen jelang pemilihan parlemen di negara itu, September.

Pemimpin redaksi situs berita The Insider, Roman Dobrokhotov menge-tweet pada Rabu (28/7), bahwa “polisi mengetuk” pintu apartemen, dan istrinya telah melaporkan penggeledahan itu ke lembaga bantuan hukum OVD-Info

Kuasa Hukum yang mewakili lembaga bantuan hukum setempat, Pravozashchita Otkrytki menuju ke apartemen Dobrokhotov dan mengatakan bahwa polisi telah menyita ponsel, laptop, dan tablet berikut paspor internasional selama penggeledahan itu.

Sergei Yezhov, jurnalis The Insider mengatakan semestinya Dobrokhotov melakukan perjalanan ke luar Rusia pada hari Rabu.

Media investigasi The Insider menjelaskan Polisi juga menggeledah rumah orang tua Dobrokhotov dan setelah penggeledahan itu, Dobrokhotov dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan kemudian dibebaskan.

Diluar markas kepolisian, Dobrokhotov mengatakan kepada wartawan bahwa The Insider akan terus melanjutkan aktivitas sebagai insan media meskipun adanya represi dari pihak berwenang.

“Ini akan menjadi lebih sulit untuk melaksanakan aktivitas. Saya tidak memiliki ponsel, tidak bisa bepergian dan bertemu rekan-rekan, padahal penyelidikan kami bersifat internasional,” papar Dobrokhotov.

Tentu saja hal itu merupakan tekanan serius, namun bagaimanapun menurut Dobrokhotov “The Insider” akan tetap eksis dan berjaya. Agenda audiensi dan rilis investigasi akan segera dilaksanakan, bahkan “mereka berharap saya ditangkap dan berhenti sebagai profesi jurnalistik di situs berita, hal itu akan sia-sia.”

Jurnalis independen, aktivis hak asasi manusia, dan pendukung oposisi menghadapi berbagai represi dari pemerintah Rusia. Meningkatnya tekanan menjelang pemilihan umum 19 September nanti, secara luas dipandang sebagai bagian penting dari upaya Presiden Vladimir Putin untuk memperkuat kekuasaannya sebelum pemilihan presiden 2024.

Presiden Vladimir Putin yang berusia 68 tahun itu, berkuasa selama lebih dari dua dasawarsa dan telah mendorong perubahan norma sistem politik, dan hukum pemerintahan dalam konstitusi tahun lalu yang berpotensi memungkinkan Putin untuk memegang kekuasaan hingga 2036.

Beberapa bulan terakhir, pemerintah Rusia telah menetapkan sebuah label konotasi terhadap beberapa media dan jurnalis independen dengan mengartikulasikan warna kalimat tersebut sebagai “agen asing” yang bertujuan mendiskreditkan, demikian dilansir via Associated Press (AP).

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: