Pasukan Liar Bersenjata Menculik 3 WN China dan 2 WN Mauritania di Mali

KWALA, MALI ✪ Kelompok milisi bersenjata atau pasukan liar melakukan penculikan tiga warga negara China dan dua warga negara Mauritania dari sebuah lokasi proyek konstruksi di Barat Daya Republik Mali, Afrika Barat.

Angkatan Bersenjata Mali (FAMA) mengatakan dalam sebuah pernyataan di Facebook, para kelompok bersenjata itu melakukan penyergapan di lokasi 55 km atau 34 mil dari kota Kwala pada hari Sabtu (17/7), dan menghilang bersama para sandera berikut merampas lima truk pick-up.

Menurut departemen militer Republik Mali, kelompok milisi bersenjata itu juga telah merusak sejumlah peralatan proyek kontruksi milik perusahaan China (COVEC), dan perusahaan dari Mauritania (ATTM S.A) anak perusahaan SNIM.

Seorang pejabat militer Mali yang tidak ingin namanya disebut mengatakan kepada kantor berita AFP, para korban saat itu sedang mengerjakan proyek jalan raya (Highway Construction) di wilayah tersebut.

“Pembebasan semua sandera adalah prioritas kami,” kata dia.

Di tengah meningkatnya kekerasan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah meminta Dewan Keamanan untuk mengizinkan personel tambahan pasukan penjaga perdamaian untuk Mali.

Menurut kantor berita Reuters, Guterres mengajukan permintaan itu dalam sebuah laporan tertanggal 15 Juli.

Peningkatan personel tambahan itu sebelumnya diusulkan dari 2.069 tentara dan polisi yang dikenal sebagai Misi Multidimensional Stabilisasi Terpadu (MINUSMA) PBB, menjadi 17.278 personel, dan ini merupakan terbesar sejak didirikan pada 2013.

Guterres mengatakan rencana itu hanya dapat berjalan seiring dengan upaya yang ditingkatkan oleh otoritas Mali untuk meningkatkan keamanan dan sistem pemerintahan.

Mali merupakan negara yang tercabik-cabik akibat konflik dan terperosok dalam ketidakpastian politik setelah perwira militer, Mei melakukan kudeta kedua sejak sembilan bulan berlalu, demikian diberitakan Aljazeera.

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: