Partai Komunis China Menggelegar, Xi Jinping: Asing Berani Gertak Kepala akan Dipenggal

BEIJING, CHINA ✪ Presiden China Xi Jinping pada Kamis (1/7) memperingatkan bahwa pasukan asing yang mencoba menggertak negara itu akan “dipenggal kepalanya” dan memuji tatanan “dunia baru” yang dikreasi oleh rakyatnya, pernyataan tersebut bergema disaat memperingati seratus tahun partai komunis.

Pidato selama satu jam di lapangan Tiananmen, Xi berjanji untuk membangun militer dan berkomitmen untuk “mempersatukan kembali” Taiwan dengan China dan memastikan stabilitas sosial di Hong Kong seiring perlindungan keamanan, dan kedaulatan.

“Rakyat cina tidak hanya pandai menghancurkan tatanan dunia lama, akan tetapi mampu menciptakan tatanan dunia baru, hanya sosialisme yang akan menyelamatkan cina,” kata Xi, pemimpin terkuat saat ini setelah pemerintahan Mao Zedong, pendiri Negara Republik Rakyat China.

Popularitas Xi dan partainya melambung ketika China pulih dengan cepat dari wabah epidemi COVID-19 dan mengambil sikap yang lebih tegas di panggung politik global.

Namun Beijing menghadapi kritik tajam dari eksternal atas tindakan kerasnya terhadap Hong Kong dan perlakuan penindasan etnis minoritas di Xinjiang, dan berpolemik bagi prospek demografis yang semakin memburuk serta membahayakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sebuah survei dari 17 negara maju yang dirilis pada hari Rabu oleh Pew Research Center berbasis di AS, menunjukkan bahwa pandangan terhadap China secara luas tetap negatif dan kepercayaan pada Xi mendekati posisi terendah dalam sejarah.

Xi mengatakan bahwa rakyat China tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing untuk menggertak, menindas, atau menaklukkan mereka.

“Siapa pun yang berani mencoba melakukan itu, kepalanya akan dibenturkan hingga berdarah ke tembok beton baja yang ditempa lebih dari 1,4 miliar orang cina,” kata dia, pernyataan tersebut sontak menuai pujian dari 70.000 massa yang hadir berkumpul di alun-alun pusat kota Beijing. Ungkapan itu menjadi trending teratas di Weibo seperti Twitter China pada Kamis pagi.

Dikesempatan berbeda senada dikatakan Tang Renwu, seorang profesor manajemen publik dari Normal University di Beijing, dirinya berpendapat bahwa pernyataan keras itu sebagai tanggapan atas upaya AS dan Barat untuk “menahan” dan “menekan” China.

“Respons Xi yang jauh lebih keras dari biasanya akan menimbulkan sentimen patriotik dan nasionalistik di antara orang-orang cina,” ujar Tang.

Presiden Xi Jinping juga telah memodernisasi militer China yang semakin meningkat untuk menjaga kedaulatan, keamanan dan pembangunan standar kelas dunia, sebagaimana ambisi tersebut telah memicu kekhawatiran di antara negara berkembang seperti negara tetangga dan di Barat.

“Kita harus mempercepat modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata,” kata Xi, yang juga sebagai ketua Komisi Militer Pusat dan pengendali angkatan bersenjata negara itu. Demikian diurai Reuters.

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: