Misteri Tak Tersibak, 34 Tahun Berlalu Pembunuhan PM Swedia Olof Palme

STOCKHOLM ✪ Pemerintah Swedia, Rabu (10/6) menghentikan penyelidikan atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Olof Palme, misteri yang belum tersingkap, ia ditembak mati 34 tahun lalu di Stockholm. Ratifikasi keputusan tersebut berdasarkan tersangka utama tewas bunuh diri pada tahun 2000.
Palme, seorang politikus dan negarawan ditembak mati pada 28 Februari 1986, setelah ia dan istrinya Lisbet Palme meninggalkan gedung bioskop di Stockholm ibukota Swedia. Pembunuhan itu memeranjatkan dan mengguncang reputasi Skandinavia sebuah negara Nordik, Eropa Utara yang dikenal sebagai daerah kondusif, sebagaimana halnya politisi bisa bebas berkeliaran di sarana umum tanpa pengamanan.
Diperkirakan lebih dari 100 orang dicurigai dalam tindak kejahatan itu, dan kontur kasus arkais tersebut belum terpecahkan hingga saat ini sehingga mengejawantahkan sejumlah dugaan teori konspirasi. Ketidakpercayaan pemerintah telah membangun prasangka dikalangan diplomat asing, penegak hukum hingga dugaan pembunuh bayaran.
Kepala Kejaksaan Swedia, Krister Petersson, mengatakan Penyelidikan tersebut dihentikan karena tersangka utama, Stig Engstrom, meninggal pada tahun 2000.
“Stig Engstrom sudah meninggal, karena itu saya tidak dapat melanjutkan proses dan interogasi. Oleh sebab itu saya memutuskan untuk menghentikan penyelidikan ini,” kata Petersson kepada wartawan pada konferensi pers, Rabu (10/6) di Stockholm.
Pada situasi yang sama, Kepala Bagian Penyelidik Swedia, Hans Melander, mengatakan bahwa 134 orang telah diperiksa atas pembunuhan itu, dan 29 orang terduga dalam pendalaman kepolisian. Diperkirakan sekitar 10.000 orang telah diinterogasi dalam proses penyelidikan selama rentang waktu durasi 34 tahun.
“Saya percaya bahwa ada yang berpendapat lain, tetapi bagaimanapun inilah langkah yang kami temukan dan yakini,” kata Melander.
Melander mengimbuhkan, penyelidikan pembunuhan Palme adalah salah satu investigasi terbesar di dunia dan membandingkannya dengan penyelidikan atas pembunuhan mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy 1963.
Sementara itu terpisah, Wakil Perdana Menteri, Isabella Lovin, mengatakan bahwa misteri pembunuhan yang tak terpecahkan itu merupakan luka lama Swedia.
“Perdana Menteri terbunuh merupakan luka suatu negara. Saya berharap bahwa luka lama itu dapat disembuhkan,” tutur Isabella.
Demikian pula Perdana Menteri, Stefan Lofven seorang politikus Swedia, Pemimpin Oposisi dan Ketua Partai Sosial Demokrat mengatakan berbagai upaya telah dilakukan “Para jaksa penuntut telah melaksanakan hal terbaik dan tentu saja itu melalui keyakinan,” kata dia, Rabu (10/6) malam.
Palme adalah sosok flamboyan, menjalani kehidupan bersahaja tanpa pengawal sehingga malam pembunuhan itu terjadi dia tidak dilengkapi personil pengamanan.
Terlepas latar belakang aristokratnya, Palme dikenal karena pandangan politiknya yang condong ke sayap kiri dan dicurigai di kalangan konservatif Amerika Serikat. Seringkali ia mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Soviet, dia juga pengkritik ambisi imperialis dan rezim otoriter. Sementara, dikalangan rakyat Swedia, dirinya dibenci dan dirindukan.
Lebih dalam, pada saat pembunuhan itu tersangka utama Engstrom, 52, dilaporkan sebagai orang pertama di tempat kejadian perkara, dan singkat kronologis, ia diduga sebagai tersangka. Dia memiliki latar belakang basis militer, anggota persatuan penembak, dan dirinya dianggap antipati terhadap kebijakan Palme.
Editor Bahasa: Rizal Tanjung
Associated Press (AP)
Interaksi Berita