Misi Pembebasan Komandan Pasukan Khusus Mali Terkait Operasi Kekerasan

BAMAKO, MALI ✪ Komandan pasukan khusus Mali, Oumar Samake ditahan pada hari Jumat (3/9), dan kemudian pada hari itu juga dibebaskan paksa oleh sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap yang mendatangi penjara.

Kepala unit kontra-terorisme polisi, Oumar Samake, ditahan di negara bagian Sahel karena dirinya berperan atas peristiwa bentrokan mematikan antara pasukan keamanan dan penentang mantan Presiden Ibrahim Boubacar Keita, yang kemudian digulingkan dalam kudeta.

Militer menggulingkan Keita pada Agustus 2020 setelah berminggu-minggu protes anti-pemerintah yang dipicu oleh keluhan atas dugaan korupsi dan ketidakmampuan presiden untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lama di negara bagian Sahel.

Protes tersebut pada 10 Juli 2020, beberapa hari kemudian berubah menjadi bentrokan mematikan dengan pasukan keamanan.

Oposisi politik Mali mengatakan pada saat itu dinyatakan 23 orang tewas selama kerusuhan, dan PBB juga melaporkan 14 pengunjuk rasa tewas, termasuk dua anak-anak.

Investigasi digelar untuk kasus pembunuhan Desember 2020
Seorang pejabat hukum senior yang meminta namanya tidak disebutkan, pada hari Jumat mengatakan bahwa kepala unit kontra-terorisme polisi, Oumar Samake, telah ditahan karena dugaan perannya dalam kekerasan tersebut.

Penyelidik juga mencari petugas keamanan dan warga sipil lainnya.

Investigasi itu sangat sensitif di Mali karena berpotensi mengungkap pengaruh beberapa tokoh kuat di tengah ketidakpastian politik yang sedang berlangsung.

Seorang perwakilan serikat polisi Bougouna Baba, mengatakan kepada AFP bahwa “semua serikat polisi mengutuk penangkapan ini karena (Oumar Samake) memiliki bos yang memberinya instruksi dan mereka harus bertanggung jawab untuk itu”.

Militer Mali menunjuk pemimpin sipil dari pemerintahan sementara setelah kudeta tahun 2020 yang menggulingkan Keita. Tetapi para pemimpin sipil ini digulingkan pada bulan Mei dalam kudeta kedua.

Kolonel Assimi Goita orang kuat di internal militer, berjanji untuk memulihkan pemerintahan sipil dan menggelar pemilihan umum pada Februari tahun depan. Namun ada keraguan apakah pemerintah akan mampu menyelenggarakan pemilu dalam waktu sesingkat itu.

Mali berjuang untuk meredam pemberontakan yang mencuat pada 2012, dan telah meninggalkan sebagian besar negara itu di luar kendali pemerintah.

Sementara itu, penjaga penjara Yacouba Toure mengatakan bahwa sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap mendatangi penjara. “Kami tidak mampu berbuat. “Mereka pergi membawa Ousmane Samake.”

Pejabat kementerian kehakiman, yang namanya tidak mau disebut, mengatakan pemerintah memutuskan membebaskan Samake “demi perdamaian.” Ia juga memaparkan bahwa penyelidikan investigasi terhadap Samake akan tetap berlanjut. [rt]

 

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: