Menhan: Jika Tak Selaras, FPI Dibubarkan

JAKARTA ✪ Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo sebagaimana akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI), jika ormas Islam itu tidak sejalan dengan Idoelogi Pancasila.
“Saya kira apa yang disampaikan Presiden (Jokowi) sudah jelas. Kalau siapa pun tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, kan sudah clear, nggak usah di sini. Ini negara Pancasila kok. Cari lagi tempatnya yang nggak ada Pancasila-nya,” kata Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).
Ryamizard menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak patuh terhadap pancasila. Sebab, pancasila digunakan untuk pemersatu pandangan hidup sebagai ideologi negara.
“Sebagaimana saya sampaikan tadi, musuh kita sekarang adalah yang akan mengubah Pancasila. Pancasila itu adalah perekat, jika perekatnya dicopot sudah nggak bersatu lagi bangsa ini bisa pecah,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kemungkinan pemerintah untuk tak memperpanjang izin Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi masyarakat (Ormas), dan membubarkan FPI jika ormas pimpinan Rizieq Shihab itu berbahaya bagi kesatuan Republik Indonesia.
“Ya, tentu saja, sangat mungkin jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologis menunjukkan bahwa mereka tidak sejalan dengan negara,” kata Jokowi kepada The Associated Press (AP), Sabtu 27 Juli 2019 lalu.
Joko Widodo juga mengatakan, Pemerintah akan bekerja dengan kelompok-kelompok dan ormas Islam, selama pandangan dan idoelogi mereka tidak melanggar prinsip-prinsip dan ideologi Pancasila
“Jika sebuah organisasi membahayakan negara dalam ideologinya, saya tidak akan berkompromi,” tegas Jokowi.
Interaksi Berita