Media Internasional Serukan Investigasi Yurisdiksi ICC Atas Kejahatan Perang Israel

WASHINGTON ✪ Pemimpin Redaksi Utama Associated Press menyerukan investigasi independen terhadap serangan udara Israel yang telah menargetkan dan meluluhlantakkan bangunan biro AP di Kota Gaza, sebagaimana gedung tersebut menampung staf redaksi AP, penyiar Al-Jazeera dan media lain, Minggu.

Sally Buzbee, Editor Eksekutif AP mengatakan pemerintah Israel belum memberikan bukti-bukti yang jelas dan faktor-faktor yang mendukung atas serangannya, sehingga telah meratakan gedung al-Jalaa setinggi 12 lantai itu.

Sebagai pembenaran, militer Israel menuding biro Associated Press menampung intelijen militer Hamas dan berupaya menyensor liputan serangan tanpa henti antara Israel terhadap militan Hamas.

Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan Israel sedang mengumpulkan bukti untuk AS tetapi menolak memberikannya hingga durasi dua hari ke depan.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan menyerahkan bukti atas kehadiran Hamas di gedung yang ditargetkan melalui frekuensi rahasia intelijen. Demikian rilis yang diuraikan Associated Press (AP).

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara melalui sambungan telepon kepada Pejabat Eksekutif Tertinggi AP, Gary Pruitt hari Sabtu, sebagaimana Departemen Luar Negeri AS menggarisbawahi pembicaraan Blinken yang menawarkan “dukungannya untuk jurnalis independen dan organisasi media di seluruh dunia dan mencatat pentingnya pelaporan mereka di zona konflik.”

Situasi terpisah, pengawas media Reporters Without Borders (RSF) mendesak Yurisdiksi Pengadilan Kejahatan Internasional atau International Criminal Court (ICC) untuk menyelidiki kejahatan kemanusiaan Israel di Palestina dan serangan yang ditargetkan sebagai koordinat sasaran terhadap bangunan yang menampung sejumlah organisasi media, dan hal itu merupakan sebagai bentuk kejahatan perang.

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: