Mantan Direktur CIA Diperiksa atas Campur Tangan Rusia pada Pemilu 2016

WASHINGTON (AP) ✪ Mantan Direktur CIA (Badan Intelijen Pusat) John Brennan diinterogasi Jumat (21/8) oleh tim Jaksa Penuntut AS John Durham, dimana hal tersebut bagian dari penyelidikannya terhadap para penyelidik dan pejabat intelijen di balik campur tangan Rusia pada pemilu 2016.
“Interogasi berlangsung di markas CIA selama delapan jam,” kata Nick Shapiro, mantan wakil kepala staf dan penasihat senior Brennan.
Dalam sebuah pernyataan Shapiro menambahkan “Brennan diberitahu Durham bahwa dia bukan subjek atau target dalam penyelidikan kriminal itu, dirinya hanya sebagai saksi pada peristiwa yang sedang ditinjau,” imbuhnya.
Brennan sebagai pemimpin ketika CIA di bawah pemerintahan Obama, CIA dan badan intelijen lainnya menyimpulkan atas campur tangan Rusia pada pemilu 2016 untuk menguntungkan Donald Trump. Sementara Pembicaraan Brennan dengan Durham sebagai tim Jaksa Penuntut, menggarisbawahi sejauh mana dia dan timnya memeriksa kasus tersebut.
Sebelumnya, Brennan pada bulan Mei mengatakan bahwa dirinya menyambut baik kesempatan untuk dipertanyakan dan merasa tidak ada yang ditutupi.
“Ketika kebenaran akan terungkap dan penilaian terhadap apa yang telah terjadi di masa lalu akan terbukti, karena hal itu telah menipu rakyat Amerika,” kata Brennan dalam pemeriksaan di MSNBC.
Sementara itu, Shapiro juga mengatakan bahwa selama pemeriksaan, Brennan mengungkapkan rincian tentang upaya yang dilakukan oleh komunitas intelijen untuk memahami ancaman dan gangguan dari Rusia dalam pemilu.
“Menjawab pertanyaan terkait dengan berbagai kegiatan intelijen yang dilakukan oleh CIA hingga November 2016, juga menjawab pertanyaan tentang penilaian komunitas intelijen pada Januari 2017 yang menyatakan Rusia bersalah atas gangguan tersebut,” kata dia.
Jaksa Agung William Barr tahun lalu menunjuk Durham untuk memeriksa keputusan yang dibuat oleh pejabat pemerintah saat mereka menyelidiki interaksi antara kampanye Trump dan Rusia.
Laporan lengkap dari mantan penasihat khusus Robert Mueller dan komite intelijen Senat yang dipimpin Partai Republik telah menguraikan hubungan yang luas antara Rusia dan rekan Trump selama kampanye 2016, namun William Barr menantang gagasan itu, dan menyatakan bahwa FBI memiliki dasar yang cukup untuk membuka penyelidikan kontraintelijen.
Brennan akhirnya mengungkapkan upaya berulang kali Donald Trump dan Jaksa Agung William Barr untuk mempolitisasi tugas dan fungsi Jaksa Penuntut John Durham, sebagaimana hal itu telah menodai integritas Departemen Kehakiman.
Associated Press (AP)  
Interaksi Berita