Manfaat Zat Seng dan ZnT2 dalam Komposisi ASI bagi Ibu Menyusui

INFOTAINMENT ✪ GAYA HIDUP – Manfaat menyusui bukan hanya untuk bayi, namun juga bermanfaat bagi kesehatan ibu yang sedang hamil. ASI diproduksi secara alami oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan bayi dan merupakan makanan terbaik untuk bayi.
zat seng atau zink menjadi komponen penting beberapa enzim yang mengatur sel pertumbuhan, sintesa protein dan DNA, metabolisme energi, pengaturan transkripsi gen, kadar hormon dan metabolisme faktor pertumbuhan.
Seng berperan juga dalam fungsi kekebalan tubuh manusia. Bayi marasmus yang mendapat suplementasi seng memperlihatkan peningkatan respon pertahanan tubuhnya. Anak-anak di negara berkembang yang diberi suplementasi 30 seng juga menunjukkan penurunan insiden dan durasi dari diare akut maupun kronik. Suplementasi seng juga menurunkan kejadian infeksi akut saluran pernafasan.
Para peneliti menemukan mutasi genetik, mutasi pada protein tertentu yang disebut ZnT2. Ibu yang sedang memproduksi ASI, cukup untuk kebutuhan bayi mereka.
Mutasi yang sama dapat mengubah komposisi ASI sehingga mengandung nutrisi seperti zat seng (zink) dan lemak untuk membantu pertumbuhan bayi.
Dr Shannon Kelleher, dari Penn State College of Medicine mengatakan, walaupun sulit untuk dilakukan, namun ASI adalah yang terbaik untuk bayi, “Hal ini manusiawi, namun demikian adalah suatu prilaku yang harus dipelajari,” kata dia.
Ia percaya ada beberapa faktor biologis, permasalahan wanita yang sedang menyusui.
“Jika kita dapat mengidentifikasi wanita yang mengalami kesulitan menyusui dengan mengidentifikasi mutasi pada protein ZnT2, maka kita dapat membantu mereka untuk mempersiapkan sebelum bayi lahir,” tambahnya.
Para peneliti mempelajari peran seng dalam pengembangan dan fungsi payudara pada ibu menyusui.
Percobaan (eksprimen) dilakukan pada tikus, menunjukkan bahwa mutasi ZnT2 menyebabkan kekurangan dalam ASI dan dapat menciptakan kesulitan menyusui pada umumnya.

Para peneliti mengungkapkan temuan ini dapat membantu mengidentifikasi wanita yang sedang menyusui

Rizal Tanjung
Para peneliti mempelajari fungsi ZnT2 dengan mengamati perkembangan kelenjar susu pada tikus, baik dengan atau tanpa fungsi ZnT2. Kelompok tikus yang kekurangan ZnT2 menunjukkan kelenjar susu kurang berkembang dan cacat parah pada fungsi selama mereka menyusui.
ZnT2 mentransfer seng dengan mengimpor vesikel dan organel kecil di dalam sel yang kemudian mengeluarkan seng ke dalam ASI. Seng juga diperlukan untuk memicu pertumbuhan kelenjar susu, sel-sel epitel susu dan jalur sekresi.
Dr Kelleher dan rekan berpendapat bahwa tanpa fungsional ZnT2, seng terakumulasi dalam sitoplasma, solusi tebal yang mengisi sel menjadi beracun.
Jika seng tidak ditransfer oleh ZnT2, maka akan mempengaruhi komposisi susu dan seberapa banyak untuk diproduksi.
Temuan peneliti, tikus tanpa ZnT2 telah berkurang secara signifikan, beta-kasein, lemak dan laktosa dalam susu mereka.
Semua nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan bayi. Tikus-tikus ini juga dapat menghasilkan volume susu yang cukup untuk anak-anak mereka.
“Kami benar-benar perlu untuk lebih memahami faktor biologis menyusui,” kata Dr Kelleher.
Awalnya, 75 persen dari ibu berniat menyusui ketika mereka meninggalkan rumah sakit, namun setelah enam bulan bergulir, hanya 14 persen yang eksklusif menyusui.
Dr Shannon Kelleher akan mempelajari gen dengan pengkodean zat ZnT2 dan melakukan penelitian kedepan, membantu ibu-ibu yang sedang hamil agar terinspirasi untuk menyusui bayi mereka yang sangat bermanfaat dan mengandung zat ZnT2. Demikian hasil laporan dalam edisi terbaru Journal of Biological Chemistry melalui Daily Mail.
Interaksi Berita