Manfaat Latihan Beban Ketika Hamil 8 Bulan

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa olahraga angkat beban dapat membantu ibu hamil dengan diabetes gestasional untuk menjaga kadar gula dalam darah

INFOTAINMENT ✪ GAYA HIDUP – Seorang Ibu rumah tangga dari selatan barat Sydney, Brittany (22), berupaya untuk tetap fit saat kehamilannya yang kedua. Didampingi seorang pelatih pribadi yang berkualitas dan Freddy Arias suami Brittany, selalu menjaga pengawasan ketat.
Pasangan ini sebelumnya telah memiliki anak pertama, Orlando berusia 16 bulan, kepada Daily Mail Australia Brittany mengatakan bahwa orang yang selalu introspeksi belajar untuk mendidik dirinya sendiri.
Arias bersama putranya Orlando, berusia satu tahun turut memotivasi (dalymail)
“Tentu publik berpendapat beda, mereka berpikir olahraga angkat beban akan membahayakan calon bayi yang dikandung, hal ini menurut penelitian,” katanya.
Brittany menambahkan bagi mereka yang belum memiliki pengetahuan disarankan terlebih dahulu untuk mempelajarinya.
Proses latihan yang terstruktur diterapkan Brittany yakni selama 30 sampai dengan 40 menit, melakukan berbagai latihan termasuk ikal barbel, dips trisep dan squats. Kehamilan memasuki usia 33 minggu, berat badan bayi akan meningkat hingga 4 kilogram.
Namun, Brittany menekankan bahwa dia memulai olahraga sejak usia 16 tahun dan melakukan angkat beban sebelum dia hamil, sementara tidak disarankan untuk seseorang yang belum pernah mengangkat beban, melakukannya ketika mereka hamil.
Latihan tiga 30-40 menit setiap minggu untuk menjaga kebugaran (dailymail)
“Saya melakukan latihan beban sebelumnya … tak ada dampaknya untuk calon bayi, selama tidak melebihi berat beban pada tubuh. Hal ini tentunya diimbangi dengan pengaturan pernapasan dan memastikan aktifitas tubuh stabil dengan detak jantung,” jelas mantan pematung tubuh (anatomi).
Menurut pelatih pribadinya, Cassie bahwa latihan dalam kehamilan bisa menjadi isu kontroversial, “Hal ini sangat tergantung pada perempuan dan pengalaman sebelumnya dengan pelatihan berat beban, hal Ini tidak dianjurkan kepada seorang perempuan mulai mengangkat beban berat selama kehamilan jika dia baru mencoba, “kata Cassie.
Ia mengatakan, Jika proses latihan dilakukan jangka waktu yang panjang, kuat dan percaya diri, tahu teknik yang baik, makan dengan baik dan cukup tidur, mengangkat beban umumnya baik-baik saja. Ini benar-benar tentang konteks dan teknik individu.
Brittany melatih kebugaran secara rutinitas (dalymail)
“Latihan terstruktur selama kehamilan, hal ini membantu proses melahirkan dan lebih mudah bagi wanita untuk mengembalikan bentuk tubuh semula setelah itu. Manfaat psikologis benar-benar terasa,” tambahnya.
Ketika perempuan hamil, hormon yang disebut relaxin dilepaskan merenggang dari sendi. Selama tahap akhir kehamilan, lebih berisiko pada cedera tulang otot, terutama di sekitar sendi sacroiliac yang berada di panggul.
“Jadi mereka perlu berhati-hati dengan gerakan dinamis, menempatkan tekanan di atas,” tandasnya. [rt]
Interaksi Berita