Limbai Gemulai Jokowi Pesona Jiwa, Meluluh Demokrasi Tiada Berdaya

JAKARTA ✪ Selaras momentum dua tahun kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebagai lembaga advokasi yang bergerak dalam sektor Hak Asasi Manusia (HAM), baru-baru ini kembali mengeluarkan laporan evaluatif.

Laporan tersebut berisi sejumlah catatan yang menguji sejauh mana penyelenggaraan Negara telah tunduk pada prinsip demokrasi, HAM, dan rule of law.

Sebagaimana laporan ini juga sejalan dengan catatan satu tahun pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin yang di rilis KontraS pada tahun sebelumnya yakni berjudul “Resesi Demokrasi”.

Semenjak catatan tersebut diterbitkan, KontraS tidak melihat komitmen perbaikan yang signifikan oleh Presiden Jokowi. Situasi dan kondisi demokrasi justru semakin memburuk ditunjukan dengan Negara yang kian abai dengan tanggung jawabnya dalam melindungi, menghormati dan memenuhi HAM sebagaimana mandat konstitusi serta instrumen hukum HAM nasional maupun
internasional.

Empati kemanusiaan bermanis dibibir perelok tutur.
Kunjara membelenggu kebebasan merindu deburan langgas.
Limbai gemulai Jokowi persolek diri terleka mempesona jiwa.
Bertelanjang menatap kebenaran menelanjangi demokrasi tiada berdaya.

blockqouet redaksi Kritik Sastra Rizal Tanjung

Melandainya demokrasi Indonesia yang semakin memburuk dapat dilihat dari beberapa laporan internasional. Setidaknya ada tiga laporan yang dapat dijadikan acuan yakni 2020 The Economist Intelligence Unit (EIU), Indeks Demokrasi Indonesia 2019, dan 2021 Democracy Report.

Ketiganya menunjukan bahwa kualitas demokrasi telah terjadi kemunduran (declining) signifikan yang tidak hanya menyentuh aspek kebebasan sipil dan pluralisme, namun juga fungsi pemerintahan.

Singkatnya, ketiga laporan demokrasi ini menunjukkan adanya pergeseran dalam pola demokrasi Indonesia yang semula adalah demokrasi elektoral menuju pada “demokrasi yang cacat”.

Adapun dalam beberapa hasil survei yang dirilis oleh sejumlah lembaga, dinyatakan bahwa situasi demokrasi dan kebebasan di Indonesia semakin memburuk. Terbaru, Freedom House juga merilis bahwa nilai demokrasi Indonesia turun satu angka menjadi 61/100.

Secara umum, penurunan nilai tersebut disebabkan oleh turunnya komponen civic liberties dengan nilai 31/60. Demikian dilansir dari laman situs resmi KontraS.

Lebih lanjut, beberapa faktor yang menyebabkan turunnya tingkat kebebasan sipil di Indonesia adalah UU ITE yang mengkriminalisasi masyarakat, kekerasan dan intimidasi terhadap kelompok minoritas, meningkatnya ancaman terhadap kebebasan. (*)

 

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: