Ledakan Keras Pabrik Kimia di Bangkok Hingga Menggetarkan Bandar Udara

BANGKOK, THAILAND ✪ Sebuah pabrik industri kimia di pinggiran kota Bangkok meledak pada Senin pagi (5/7), menggetarkan bandar udara yang berada di ibukota Thailand yang mengakibatkan sedikitnya 1 orang tewas, puluhan luka-luka dan merusak sejumlah rumah warga, dan peristiwa tersebut mendorong evakuasi penduduk dari daerah itu karena dikhawatirkan akan meluasnya senyawa beracun.

Ledakan keras yang menimbulkan kebakaran pabrik industri kimia yang memproduksi busa dan pelet plastik itu terjadi sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.

Ledakan keras itu sangat dirasakan getaranya hingga ke bandar udara Suvarnabhumi yang berada di kota Bangkok, dan hembusan angin menerpa jendela rumah warga sehingga rintik hujan debu bertaburan di udara.

Ledakan keras itu terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian dan dari sorotan kamera pengawas yang dimiliki warga, menangkap sebuah ledakan disertai pijar cahaya benderang, dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah akibat energi gelombang kejut.

Pejabat penanggulangan bencana setempat, Chailit Suwannakitpong mengatakan kobaran api dari pabrik industri kimia Ming Dih itu berhasil dikendalikan pada pertengahan hari, namun tangki besar berisi zat kimia styrene monomer terus menyala.

Helikopter water bombing mencoba menavigasi dari jarak dekat untuk menghambat meluasnya api meski dalam situasi yang sulit, namun berhasil.

Dilansir dari Associated Press, pihak berwenang merincikan 62 orang terluka, termasuk 12 orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran dan penyelamatan, dan 1 orang dipastikan tewas.

Sementara itu pihak berwenang juga memerintahkan untuk mengevakuasi sekitar area dengan radius 5 kilometer atau 3 mil dari lokasi kejadian.

Sementara ini belum ada kabar tentang perkembangan kemungkinan penyebab peristiwa ledakan keras itu terjadi di Kabupaten Bang Phli, lebih lanjut pihak perusahaan yang dihubungi melalui frekuensi telepon belum dapat dikonfirmasi.

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: