Konvergensi Kekuatan, Israel Berpotensi Memantik Perang Konvensional

YERUSALEM ✪ Panglima militer Israel telah menyusun strategis pertempuran untuk serangan terbuka ke Gaza dan berencana menyerahkannya kepada komando operasi militer, Kamis (13/5) malam. Demikian dikonfirmasi oleh juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Juru bicara IDF Hidai Zilberman mengatakan kepada media lokal dalam sebuah jumpa pers bahwa persiapan untuk kemungkinan serangan darat sedang dilakukan. IDF telah mengerahkan pasukan darat tambahan – dari Brigade Pasukan Para, Brigade Infanteri Golani dan Brigade Lapis Baja ke-7 – ke perbatasan Gaza, bersama tank dan pengangkut personel lapis baja.

Keputusan apakah akan menyerang Jalur Gaza, yang dikontrol oleh kelompok Islamis Hamas, terserah pada pemerintah Israel, tetapi jika persetujuan diberikan, maka serangan itu akan menjadi yang pertama ke wilayah tersebut sejak Israel menginvasi pada tahun 2014.

Militan Hamas melancarkan rangkaian serangan roket hari Kamis ke wilayah Israel setelah salah seorang komandan paling senior kelompok itu, Bassem Issa, tewas dalam serangan udara Israel.

Saling serang menggunakan roket itu telah menyebabkan korban tewas di Gaza menjadi 83 pada Kamis pagi, menurut kementerian kesehatan Hamas. Tujuh orang Israel tewas, kata pihak berwenang Israel.

PBB telah memperingatkan bahwa konflik yang dimulai pada pertengahan April dengan bentrokan di jalan-jalan Yerusalem itu berisiko “meningkat menuju perang berskala penuh.” Baik Israel maupun Palestina menganggap Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing.

Kelompok militan Palestina, Hamas, melancarkan rentetan serangan roket lagi ke wilayah Israel pada Kamis (13/5), dan Israel menanggapi dengan lebih banyak serangan udara di Jalur Gaza, sementara berbagai upaya diteruskan untuk menghentikan kekerasan yang semakin meningkat.

Peringatan serangan udara terdengar di seluruh Israel selatan selama empat hari berturut-turut, sementara beberapa roket mencapai Tel Aviv di Israel utara.

Serangan terbaru itu terjadi selagi Israel mengumpulkan pasukan darat dan tank di sepanjang perbatasan Gaza untuk kemungkinan invasi ke daerah kantong Palestina itu.

Menanggapi pemusatan kekuatan pasukan Israel tersebut, juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaida, bertekad akan menimbulkan kerugian terhadap Israel jika mereka menyerang. [lt/ka]

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: