Kolombia Menyita 10 Ton Kokain Senilai USD 300 Juta

BOGOTA ✪ Menteri Pertahanan Diego Molano pada Selasa (23/11/2021) mengatakan, Angkatan Bersenjata Kolombia menyita 10 ton kokain, pengiriman tersebut merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini, dan telah memusnahkan dua laboratorium obat dalam misi anti-narkotika di wilayah tenggara negara itu.

Dirinya juga mengatakan bahwa kokain dan laboratorium tersebut adalah milik pemberontak sayap kiri Tentara Pembebasan Nasional (ELN), ditemukan di zona pedesaan kotamadya Samaniego, yang terletak di provinsi Narino Kolombia di lintas batas Ekuador.

“Penangkapan ini merupakan subtansial dalam hal penyitaan kokain tahun ini. Sepuluh ton, diprkirakan lebih dari USD 300 juta ,” kata Molano dalam pesan yang direkam Reuters.

Meskipun telah berjuang selama beberapa dekade melawan perdagangan narkoba, Kolombia tetap menjadi produsen kokain global teratas dan menghadapi berbagai tekanan dari Amerika Serikat untuk menurunkan ukuran tanaman koka atau bahan baku utama narkoba, serta produksi kokain.

Perdagangan narkoba membantu mendanai kelompok-kelompok bersenjata di Kolombia di tengah konflik bersenjata internal yang telah berlangsung lama, dan menewaskan lebih dari 260.000 orang.

Menurut sumber keamanan, selain ELN, mantan anggota gerilyawan FARC yang didemobilisasi menolak kesepakatan damai pada 2016 dan terlibat dalam perdagangan narkoba, serta geng kriminal.

Sejauh ini, sepanjang tahun 2021 militer dan polisi Kolombia telah memecahkan rekor sebelumnya tahun 2020, dalam penyitaan narkoba sebanyak 505 ton kokain. (*)

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: