Kiprah FIFA dalam Reformasi Kepungurusan

“Proses reformasi di FIFA sangat penting menurut Domenico Scala, karena untuk masa depan organisasi dan harus dipandu oleh diskusi dan opini publik”

DELIK SPORT ✪ ZURICH Polemik yang berkepanjangan menurut pejabat kunci FIFA Domenico Scala, Kepala Badan Audit dan Komite Kepatuhan dalam rilisnya mengemukakan wacana delapan opsi langkah tepat mensterilkan FIFA dari dampak terkontaminasi budaya korupsi.
“Persoalan mendasar disebabkan rezim kekuasaan menyelimuti pengurus ketika duduk menjabat terlalu lama, maka masa kepengurusan dibatasi tiga hingga empat tahun,” kata dia.
Masih terkesan untaian skandal menerpa FIFA, hingga Sepp Blatter mundur sebagai Presiden pada bulan Juni setelah 17 tahun bertugas menyusul penangkapan tujuh pejabat terkemuka FIFA atas dugaan korupsi, pada bulan Februari.
Presiden UEFA Michel Platini dan Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania mengusung Domenico Scala untuk merubah perspektif publik terhadap FIFA, pada akhirnya mantan direktur umum Komite Olimpiade Internasional Francois Carrard ditunjuk untuk mengatasi korupsi dalam badan organisasi itu. Demikian rilis soccerway, diteras beritanya.
Proses reformasi di FIFA sangat penting menurut Domenico Scala, karena untuk masa depan organisasi dan harus dipandu oleh diskusi dan opini publik yang luas dari segala asfek yang mencakup reformasi,”Saya senang untuk berkontribusi dalam wacana proses ini, komprehensif dan transparan untuk memastikan kredibilitas jati diri,” ulasnya.
Ia menjelaskan, ketika Blatter meletakkan mandatnya bahwa hal itu bukan hanya tentang perubahan kepresidenan tapi ada persoalan sistematis yang perlu ditangani.
“Kita butuh reformasi dan tak kan terhenti … menuju restorasi,” pungkas Domenico Scala. [rt]
Interaksi Berita