Kejaksaan New York Berhasil Tegah Sindikasi Artefak Indonesia

NEW YORK ✪ Kantor kejaksaan wilayah Manhattan, kota New York berhasil membongkar sindikasi penyelundupan benda-benda bersejarah dari berbagai negara. Salah satunya, tiga patung artefak dari Indonesia yang berhasil ditemukan dan diperkirakan bernilai satu milyar rupiah.

Kontur artefak tersebut berasal dari cagar budaya Indonesia yang diselundupkan ke Amerika Serikat dan berhasil ditemukan oleh penyidik Shield of an Assistant District Attorney (ADA) atau Jaksa wilayah area Manhattan kota New York.

Ketiga artefak itu diantaranya adalah patung Shiva dan patung Parwati berukuran sekitar 20 cm, dan patung Ganesha berukuran sekitar 12 cm dimana diperhitungkan estimasi nilai harga dari ketiga pantung tersebut adalah $86.306 dolar atau lebih dari Rp1 miliar.

penemuan benda bersejarah ini melalui proses penyelidikan berjenjang yang dilakukan oleh unit perdagangan barang antik Kantor Kejaksaan Wilayah New York bersama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, sebagaimana kontur kejahatan itu dilakukan oleh terduga bernama Tsubasa Kapoor seorang warga negara Amerika keturunan India yang dikenal sebagai dealer seni dan kolektor benda-benda antik.

Cyrus Vance Jr, Kepala Kantor Kejaksaan Wilayah New York mengatakan suatu kehormatan bagi institusinya untuk mengembalikan ketiga artefak tersebut ke Republik Indonesia, sebagai bagian dari penyelidikan yang jauh lebih besar terhadap pencurian karya seni oleh seorang pria dari India yang sedang menjalani dakwaan.

“Ini adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk memastikan bahwa kita menyela dan mengidentifikasi penjualan benda-benda ini dan mengembalikannya ke tempat asalnya,” tuturnya.

Ketiga benda itu sempat dipamerkan di salah satu karya seni di kota New York yang memiliki galeri seni terbanyak di AS, diperkirakan ada 1500 galeri seni dimana kota ini menjadi salah satu target utama bagi pemasaran barang-barang antik illegal dari seluruh dunia.

Dari tahun 2011 hingga 2020 ditemukan sekitar 2500 benda artefak bersejarah. Pada akhir bulan lalu ketiga artefak itu dikembalikan secara resmi kepada pemerintah Indonesia melalui kantor Konsulat jenderal RI yang dihadiri oleh para pejabat Kantor Kejaksaan wilayah dan kantor investigasi dari Homeland security.

Agen khusus Investigasi Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Erik Rosenblatt meyakinkan bahwa departemennya mampu menggiring kejahatan internasional ini kembali ke New York, mudah-mudahan mereka akan dituntut oleh pengadilan dan diberikan hukuman yang cukup signifikan.

“Kami tidak hanya memenjarakan mereka karena kejahatan, tetapi juga akan memburu hasil kejahatan mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Konsulat jenderal Republik Indonesia, DR Arifi Saiman mengatakan penyidikan ini berlangsung cukup lama namun sebelumnya Kejaksaan setempat telah melakukan komunikasi dengan pihak KJRI sekitar bulan Maret dan beberapa bulan kemudian tepatnya hari ini Rabu, (4/8/2021), secara resmi diserahkan kepada kita.

“Ini nanti akan segera kita kembalikan ke Indonesia untuk bisa masuk ke salah satu museum di negara kita sehingga nanti generasi muda kita, anak-anak kita bisa melihat kembali barang bersejarah karya leluhur mereka yang sempat hilang dari negerinya,” ulas Saiman.

Rencananya ketiga artefak tersebut akan dikirim ke Indonesia untuk mendapatkan penelitian lebih lanjut. [rt / nr]

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: