Jerman Kembalikan Artefak Perunggu Kerajaan Benin Abad 19

BERLIN ✪ Pejabat terkait Jerman sepakat untuk mengembalikan ratusan artefak yang dikenal sebagai Perunggu Benin. Artefak tersebut dijarah dari Afrika Barat oleh ekspedisi kolonial Inggris dan kemudian dijual kepada kolektor di seluruh dunia termasuk museum Jerman, kata pihak berwenang, Jumat.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas menyambut baik kesepakatan yang dicapai dengan pihak museum untuk mengerjakan rencana restitusi artefak bersama Nigeria, sebagaimana hal itu disebut “titik balik dalam menangani sejarah kolonial.”

Menteri Kebudayaan Jerman, Monika Gruetters, mengatakan Perunggu Benin adalah ujian utama bagi cara negara itu menangani masa lalu kolonial.

“Kami menghadapi tanggung jawab sejarah dan moral,” kata dia.

Dirinya menjelaskan bahwa tujuan tersebut adalah untuk berkontribusi pada “pemahaman dan rekonsiliasi” atas generasi mereka, dimana peninggalan sejarahnya raib pada masa kolonial. Sementara itu pengembalian tahap pertama direncanakan tahun depan.

Ekspedisi kolonial Inggris menjarah harta karun dari istana kerajaan Benin pada 1897 abad ke-19, dimana peninggalan tersebut masih terlihat bentuk relief dan pahatannya. Sejumlah ratusan artefak itu disimpan di Museum British, Inggris, meskipun sebagian dijual ke kolektor lain.

Museum Etnologi di Berlin memiliki salah satu koleksi benda bersejarah terbesar di dunia dari Kerajaan Benin, diperkirakan mencakup sekitar 530 artefak termasuk 440 perunggu. Demikian dikutip dari Associated Press.

 

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: