Intervensi AS atas Cina Soal Hongkong dan Penindasan Muslim Uighur

LINTAS BENUA ✪ Mulai dari sengketa dagang sampai pada perbedaan pendapat soal Hongkong dan HAM, hubungan Amerika dan Cina sangat bermasalah tahun 2019, meskipun ditandai adanya kesepakatan tentang perjanjian dagang “tahap pertama” yang menghentikan perang tarif antara kedua negara.
Menurut para analis, hubungan Amerika dan Cina jauh lebih kompleks dari semua kesulitan yang disebutkan di atas.
Perjanjian dagang Tahap Pertama itu berarti Amerika dan Cina tidak akan mengenakan tarif baru atas barang-barang impor mereka. Kata sepakat itu dicapai setelah perundingan alot yang berlangsung berbulan-bulan.
Kata Bonnie Glaser, pejabat Center for Strategic and International Studies di Washington, “Apa yang terjadi dalam setahun terakhir ini menunjukkan bahwa Amerika punya lebih banyak keprihatinan dan keraguan apakah negara itu bisa mempengaruhi politik Cina di masa depan.”
 

Mereka dikurung di kamp kosentrasi atau kamp cuci otak, dipaksa melupakan identitas, dan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya.

Redaksi
Salah satu keprihatinan dalam tahun 2019 ini adalah perlakuan Cina atas kelompok minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Amerika mengatakan, Cina melakukan ”pelanggaran HAM yang sangat serius” terhadap warga Uighur, dan membocorkan dokumen pemerintah Cina yang menunjukkan apa yang disebut sebagai “penindasan brutal.”
Kata Menteri LN Amerika Mike Pompeo, “Laporan-laporan ini konsisten dengan bukti-bukti yang terus bertambah bahwa Partai Komunis Cina melakukan pelanggaran HAM terhadap perorangan yang ditahan secara massal.”
Di Hongkong, penduduk menyanyikan lagu kebangsaan Amerika pada akhir bulan November, sebagai terima kasih pada Presiden Donald Trump, yang menandatangani dua RUU yang mendukung gerakan pro-demokrasi di bekas koloni Inggris itu. Pemerintah Cina mengatakan akan membalas tindakan Amerika itu.
Menurut rilis yang diwartakan VoA, perundingan tingkat tinggi Amerika-Cina untuk membahas masalah keamanan dan politik, yang biasanya diadakan tiap tahun di Washington atau Beijing, tidak diadakan tahun ini, dan para pejabat Amerika skeptis bahwa pertemuan seperti itu akan menghasilkan perubahan pada tingkah laku Cina.
Interaksi Berita