Implikasi Kudeta, Turki Memburu 695 Jaringan Fethullah Gulen di AS

ANKARA, TURKI ✪ Jaksa Penuntut Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dan penahanan terhadap 695 orang, diduga kuat memiliki hubungan dengan Ulama Muslim yang bermarkas di Amerika Serikat sebagaimana hal itu bertentangan dengan muara hukum Turki. Implikasi atau keterlibatan tersebut adalah gerakan dalam upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016, demikian media pemerintah setempat melaporkan, Selasa.
Surat perintah itu dikeluarkan sebagai bagian dari tindakan keras terhadap jaringan yang dipimpin oleh ulama Fethullah Gulen yang berlanjut hampir empat tahun setelah percobaan kudeta. Pihak berwenang Turki menyatakan kelompok itu tetap menjadi ancaman keamanan nasional.
Kantor Berita Internasional Turki, Anadolu mengatakan, Jaksa Penuntut memerintahkan penangkapan terhadap 467 orang yang diduga pengikut Gulen, dan telah melakukan kecurangan dalam pemeriksaan promosi pengawas di institusi kepolisian pada 2009. Polisi juga sedang melakukan serangan serentak di 67 provinsi di seluruh Turki.
Surat perintah juga dikeluarkan terhadap 157 organik perwira militer yang tidak ditugaskan di 43 provinsi, dan berikut 71 personil Kementerian Kehakiman. Setidaknya dilaporkan 101 personil militer masih bertugas aktif di Angkatan Udara atau Angkatan Laut.
Pada 15 Juli 2016, sekelompok petugas berusaha melakukan kudeta untuk menggulingkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sekitar 250 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka selama upaya yang gagal itu.
Sekitar 77.000 orang telah ditangkap dan sekitar 130.000 lainnya termasuk personil militer yang  diberhentikan dari institusi negara dalam tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap jaringan Gulen sejak kudeta berlangsung.
Jaringan yang disebut ‘Gulen’, saat ini hidup di pengasingan di Amerika Serikat sejak 1999, meski demikian mereka membantah atas keterlibatan dalam upaya kudeta ketika itu.
Pihak berwenang Turki dan kritikus Gulen menuding, banyak pengikutnya mampu menyusup ke lembaga negara itu selama bertahun-tahun melalui kecurangan yang meluas.
Associated Press (AP)
Interaksi Berita