Hak Terpidana Mati di Carolina Selatan Sebatas Catatan Tinta Hitam

CAROLINA, AS ✪ Pengadilan tinggi di negara bagian Carolina Selatan, AS telah menghapus hukuman mati metode kursi listrik terhadap dua terpidana mati yang akan ditetapkan bulan ini setelah revisi undang-undang hukuman mati baru-baru ini, ketika negara bagian AS berupaya untuk menemukan alternatif lain yakni metode suntik mati disaat kesukaran persediaan kombinasi obat.

Carolina Selatan telah merencanakan untuk mengeksekusi terpidana mati Brad Sigmon, yang dihukum karena telah melakukan dua kasus pembunuhan pada tahun 2002, yang akan dieksekusi dengan kursi listrik pada hari Jumat (18/6), sebagaimana eksekusi tersebut merupakan penerapan pertama hukuman mati di negara bagian dalam dekade ini.

Demikian pula terpidana mati Freddie Owen pada 25 Juni, akan menghadapi eksekusi kursi listrik karena melakukan pembunuhan disertai perampokan bersenjata.

Namun pengadilan tertinggi negara bagian pada hari Rabu memutuskan eksekusi kedua terpidana mati tersebut belum bisa dilaksanakan hingga mereka menentukan pilihan, sebagaimana diatur dalam undang-undang negara bagian yang telah direvisi, bahwa terpidana mati berkewajiban menentukan alternatif sebagai hak preferensi diantara metode hukuman mati, kursi listrik atau hukuman tembak jika persediaan obat suntik mati tidak ada.

Dicuplik dari Aljazeera, bahwa penangguhan undang-undang tersebut diberlakukan kembali setelah dilaksanakan revisi, dan bertujuan untuk menerapkan aturan metode eksekusi mati yang diperkirakan 10 tahun berlalu tanpa ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan kombinasi obat.

Seorang juru bicara Departemen Pemasyarakatan atau Lembaga Permasyarakatan Carolina Selatan mengatakan kepada surat kabar lokal Greenville News bahwa “departemen menerapkan kebijakan dan prosedural untuk hukuman tembak. Kami akan berkoordinasi dengan negara bagian lain dalam proses ini.”

“Kami akan memberi tahu pengadilan ketika hukuman tembak menjadi opsi pilihan.”

Sementara itu, pengacara kedua terpidana mati tersebut mengajukan hak keberatan atas vonis eksekusi kursi listrik karena dinilai hukuman itu sangat tidak manusiawi dan memilih eksekusi suntik mati sebagai substitusi disaat kombinasi obat sulit didapatkan.

Demikian Richard Moore terpidana mati yang ditangguhkan, dijadwalkan untuk dieksekusi mati pada Desember 2020, namun Mahkamah Agung Carolina Selatan menunda eksekusi yang bersangkutan karena terbatasnya persediaan.

Moore telah mengajukan petisi ke pengadilan tinggi negara bagian untuk hak pengampunan hukuman mati dan sedang menanti tanggapan. Terpidana terakhir yang dieksekusi dengan kursi listrik adalah pembunuh Lynda Lyon Block pada tahun 2002 di Alabama.

Eksekusi Mati Kamar Gas
Selain kursi listrik dan hukuman tembak, beberapa negara bagian berencana menggunakan kamar gas untuk eksekusi hukuman mati.

Negara bagian Arizona mulai merenovasi fasilitas kamar gas dimana terakhir digunakan 22 tahun lalu, dan telah menyediakan zat kimia gas hidrogen sianida sebagaimana pernah digunakan oleh Nazi untuk genosida 865.000 orang Yahudi di kamp konsentrasi Auschwitz Birkenau.

Alabama juga merencanakan untuk memulai eksekusi dengan fasilitas kamar gas, akan tetapi dengan komposisi hipoksia nitrogen.

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: