Resolusi Damai: Zelensky Sarankan Dua Preferensi Isu Utama

KIEV, UKRAINA ✪ Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (16/4), mengatakan perjanjian damai dengan Rusia diuraikan dalam dua dokumen terpisah, yang mencakup dua preferensi isu utama yakni jaminan keamanan untuk Kiev dan hubungan masa yang akan datang dengan Moskow.

Menuturkan kepada media Ukraina, Zelensky berpendapat bahwa dari perspektif Moskow lebih condong dengan satu opsi dokumen perjanjian yang dinilai komprehensif, yang dapat mengatasi semua masalah. Namun menurut dirinya karena jaminan keamanan melibatkan multi negara, dua dokumen perjanjian berkemungkinan jalan keluar untuk resolusi damai.

“Perjanjian damai dengan Rusia terdiri dari dua dokumen yang berbeda. Diantaranya mesti menyangkut jaminan keamanan untuk Ukraina, dan kesinambungan hubungan dengan Federasi Rusia,” kata Zelensky.

Lebih substansial dia menjelaskan bahwa dokumen perjanjian mencakup jaminan keamanan disepakati dan ditandatangani oleh negara-negara yang siap sebagai penjamin keamanan ini, dan dokumen berikutnya mencakup hubungan masa depan antara Ukraina bersama Rusia.

Zelensky mengusulkan Inggris, AS, Italia dan Turki yang telah menunjukkan kesediaan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina, tetapi belum ada kepastian akhir dari negara-negara tersebut. Negara sebelumnya diusulkan dirinya sebagai penjamin termasuk Jerman, Prancis, Polandia dan Israel.

“Moskow menginginkan seluruh pembahasan menjadi satu kesepakatan yang utuh. Namun tidak semua dalam satu meja mereka selaras pemahaman dengan Rusia. Bagi mereka (negara-negara penjamin-red), jaminan keamanan untuk Ukraina adalah suatu masalah, dan perjanjian dengan Rusia merupakan masalah yang berbeda,” ulas Zelensky.

Terlepas dari kemajuan nyata yang dicapai dalam negosiasi antara Moskow dan Kiev di Istanbul pada akhir Maret, awal pekan ini Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pembicaraan damai telah “kembali ke jalan buntu.”

Putin menjelaskan bahwa Ukraina telah menolak untuk memenuhi salah satu permintaan fundamental Rusia yakni mengakui Republik Krimea menjadi wilayah dan hak Rusia atas semenanjung ini, dan Donbass sebagai Republik yang merdeka.

Mengutip dari RT News, pernyataan Putin tersebut menyusul pengumuman Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov bahwa Kiev telah mengajukan proposal tertulis baru yang dianggap membias dari apa yang ditawarkan selama pembicaraan berlangsung. Proposal baru tersebut menurut Lavrov, gagal menyebutkan jaminan keamanan karena tidak mencakup semenanjung Krimea.

Selain itu, untuk mendapatkan jaminan keamanan dari kekuatan dunia telah disebut oleh Kiev sebagai syarat utama untuk menyetujui status netral dan meninggalkan ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO. (*)

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: