Presiden Prancis Macron Peringatkan Biden, Hati-hati dengan Pilihan Kata ‘Genosida’

Kata genosida pertama kali diperkenalkan oleh seorang akademisi berdarah Polandia-Yahudi bernama Raphael Lemkin. Kejahatan genosida mencakup tindakan yang luas, tidak hanya pembunuhan tapi juga mencegah adanya keturunan etnis tertentu (pemisahan keluarga secara paksa dengan tujuan untuk mengurangi populasi).

PARIS ✪ Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk menggunakan pilihan kata atau kosakata dengan menyebut tindakan Rusia di Ukraina sebagai “genosida.” Dia mengartikulasikan keengganannya untuk menggunakan istilah yang penuh makna itu selama wawancara di jaringan radio regional France Bleu, Kamis (14/4).

“Kata-kata memiliki arti dan makna tersendiri, kita harus sangat berhati-hati,” kata dia, ketika menjelaskan tentang menggunakan pilihan kata ‘genosida’ mesti yang berkapabilitas atau dikualifikasikan oleh para ahli hukum, bukan oleh politisi.

Macron beralasan untuk menolak menggunakan pilihan kata itu karena diperkuat oleh pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sehari sebelumnya, ketika dirinya dipertanyakan tentang penggunaan istilah tersebut oleh Presiden AS Joe Biden.

“Genosida didefinisikan secara ketat dalam hukum internasional. Dan untuk PBB, kami bergantung pada tahapan eksistensi keputusan hukum oleh badan peradilan yang membidangi,” tegas Guterres.

Dia juga mencatat bahwa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sudah menyelidiki masalah ini. Demikian dilansir dari RT News.

Sebelumnya pada Rabu (13/4), Macron telah menjelaskan bahwa dirinya akan “berhati-hati dengan ketentuan itu.” Selama wawancara dengan France 2, dia juga menuntut pertanggungjawaban yang terjadi di Ukraina namun dirinya juga menekankan “tidak yakin eskalasi retorika berfungsi dengan semestinya” untuk mengamankan perdamaian di negara itu.

Kandidat presiden yang juga rivalitas politik utama Macron, Marine Le Pen, mendesak agar berhati-hati, ketika dirinya diwawancara France 2 pada Kamis (14/4). Dia menegaskan istilah genosida “berdasarkan yuridis, definisi yang sangat tepat tidak dapat ditujukan pada fase konflik ini.”

Kembali merunut kronologis pada awal bulan ini, Kiev menuduh Rusia melakukan genosida setelah menunjukkan apa yang diklaimnya sebagai bukti dimana pasukan Rusia dengan sengaja membunuh warga sipil di kota Bucha, barat laut Kiev. Sementara itu, Moskow menyatakan telah menarik pasukannya dari ibukota Ukraina setelah mempublikasikan kemajuan yang telah dicapai dalam pembicaraan damai.

Rusia membantah tuduhan tersebut dan bersikeras telah menarik tentaranya dari Bucha beberapa hari sebelum insiden itu terjadi. Selain itu, Moskow menuduh Kiev memanipulasi data dan memalsukan bukti untuk memerangkap pasukan Rusia guna meningkatkan dukungan dari militer Barat, dan juga telah meluluhlantakkan proses perdamaian. (*)

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: