Barat Kobarkan Perang Informasi Melawan Rusia hingga Program Cuci Otak

MOSKOW ✪ Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara dengan saluran RT TV mengatakan bahwa Barat sedang mengobarkan perang informasi melawan Rusia, termasuk menggunakan isu informasi terorisme.

“Pengertian istilah ini kerap terjadi, seperti protes massa atau demonstrasi dimana pihak [Barat] tidak menyukai hal ini, maka mereka langsung menyebutnya sebagai teroris domestik. Ini merupakan perang mendiskreditkan yang melibatkan metode informasi terorisme,” kata Lavrov, Jumat (18/3).

Menurut dia, bidang informasi global didominasi oleh media Amerika dan Inggris serta Anglo-Saxon yang merupakan negara-negara bagian Britania Raya. “Ini masalah kualitas informasi,” tambahnya.

“Kami sudah lama memahami bahwa tidak ada media Barat yang independen. Di Amerika Serikat, hanya Fox News yang mencoba menyajikan beberapa sudut pandang alternatif. Tetapi ketika Anda melihat saluran yang berbeda, membaca jejaring sosial dan platform internet lainnya, Anda akan menyadari bahwa penyensoran ini terjadi, dan berlanjut dalam skala besar,” ulas Lavrov.

Demikian dilansir dari TASS, berbicara tentang TikTok dan platform sejenis lainnya, dirinya mencatat bahwa Washington pada dasarnya menarik perhatian bagi anak-anak muda, karena platform ini digunakan oleh kelompok anak remaja. “Saya yakin ini adalah upaya untuk mencuci otak mereka seumur hidup, dan perbuatan ini merupakan bentuk ketidakadilan. Jika ingin persaingan informasi atau bahkan jika perlu persaingan antar media, maka harus ada aturannya,” tegas Lavrov.(*)

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: