Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pemerintah Mempersiapkan Mudik Gratis

Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pemudik pada Lebaran 2022 akan mencapai 85,5 juta orang. Pemerintah mengantisipasi lonjakan pemudik tahun ini dan menyiapkan mudik gratis.

JAKARTA ✪ Juru bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan pemudik tahun ini, utamanya dalam memastikan kesiapan moda transportasi dan keselamatan pemudik. Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pemudik tahun ini mencapai 85,5 juta orang, naik 40 persen dibandingkan pada tahun sebelum terjadi pandemi COVID-19.

“Ini jumlah pemudik yang luar biasa dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi, ini naik 40 persen. Justru lebih banyak dari sebelum pandemi,” tutur Adita Irawati, Senin (18/4/2022).

Adita menambahkan 47 persen dari pemudik tersebut akan menggunakan jalur darat, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Sebagian dari pemudik juga akan menggunakan sepeda motor. Namun, Adita mengimbau agar pemudik tidak menggunakan sepeda motor karena rawan kecelakaan.

Di samping itu, kata dia, kementerian telah mengecek operator-operator moda transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia dan Pelni untuk kesiapan pelayanan. Pemerintah juga telah menyiapkan moda transportasi cadangan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang.

“Kita pastikan pemudik yang menggunakan roda dua dikurangi, kalau bisa jangan karena aspek keselamatannya berisiko, belum lagi cuaca. Kita siapkan juga mudik gratis tahun ini,” tambahnya.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Aan Suhanan mengatakan telah melakukan sejumlah langkah untuk persiapan mudik. Di antaranya memastikan sejumlah pekerjaan sarana dan prasarana berhenti H-10 Lebaran. Selain itu, polisi telah melakukan sejumlah simulasi dalam mengatasi hambatan-hambatan yang berpotensi terjadi saat mudik.

“Pada tanggal 28-29 April 2022 (puncak arus mudik) kendaraan yang ada di jalan tol sekitar 187 ribu hingga 199 ribu,” jelas Aan Suhanan.

Aan menambahkan jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dari kepadatan pada akhir pekan di tol Jakarta-Cikampek. Dengan demikian, polisi harus melakukan rekayasa lalu lintas seperti pemberlakuan jalur satu arah (one way) dan aturan ganjil genap agar tidak terjadi penumpukan.

Presiden Ajak Warga Mudik Lebih Awal

Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk menghindari mudik saat puncak yaitu 28-30 April 2022. Sebab, kata presiden, survei Kementerian Perhubungan menyebutkan akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan pemudik. Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat kemacetan parah pada saat mudik.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal. Tentu saja menyesuaikan jadwal libur dari tempat kerja,” jelas Jokowi secara daring pada Senin (18/4/2022).

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia Andyka Kusuma memperkirakan kepadatan pemudik akan terjadi di Jawa dan Sumatera. Kendati, jalur tol di kedua pulau tersebut tidak didesain untuk memenuhi kapasitas pemudik. Karena itu, kata dia, diperlukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan pemudik. Selain itu, ia mengimbau petugas untuk memperhatikan pintu masuk-keluar tol dan tempat peristirahatan yang kerap menimbulkan kemacetan.

“Dengan mudik massal seperti ini harus diatur. Pemerintah sudah menyebutkan satu arah dan ganjil-genap. Tinggal pengaturan saja,” jelas Andyka kepada VOA, Senin (18/4/2022).

Andyka juga meminta pemerintah memperhatikan moda transportasi udara dan laut. Menurutnya, untuk transportasi udara, salah satunya yaitu pelaksanaan protokol kesehatan penumpang. Sedangkan untuk moda transportasi laut, perlu dipastikan agar tidak terjadi kelebihan muatan penumpang yang dapat membayakan perjalanan. [sm/ka]

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: