FBI dan Penyelidik Prancis Menyertai Investigasi Ledakan di Beirut

Penyebab insiden kebakaran yang menyulut 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan ibu kota Lebanon masih belum jelas.

BEIRUT ✪ Tim penyelidik FBI akan tiba di Lebanon akhir pekan ini untuk mengambil bagian dalam penyelidikan ledakan dahsyat yang telah meluluhlantakan Beirut awal bulan ini.
Wakil Sekretaris AS untuk urusan politik, David Hale menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan, dirinya mengatakan bahwa tim FBI mengambil bagian atas undangan pihak berwenang Lebanon untuk menemukan jawaban tentang apa yang menyebabkan ledakan 4 Agustus di pelabuhan Beirut dan telah menewaskan lebih dari 170 orang, dan melukai ribuan lainnya.
“Kita akan berkontribusi pada situasi ini,” kata Hale, Sabtu (15/8) setelah mengunjungi pelabuhan.
Penyelidik Prancis juga mengambil bagian dalam penyelidikan yang dipimpin langsung otoritas Lebanon.
Penyebab kebakaran yang menyulut 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut masih belum jelas.
Bukti dokumen yang ada menunjukkan pimpinan puncak dan pejabat keamanan negara itu mengetahui bahwa bahan kimia disimpan di pelabuhan.
“Kami benar-benar perlu memastikan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan kredibel. Saya tahu itulah yang dituntut semua orang,” imbuh Hale.
Rakyat Lebanon ingin penyelidikan diambil alih oleh pemimpin mereka, khawatir akan pertengkaran di antara faksi-faksi politik yang sudah lama mengakar, terkenal karena korupsi, dan tidak akan memungkinkan adanya hasil yang diharapkan justru akan merusak reputasi kepemimpinan mereka.
Para pejabat tinggi Lebanon, termasuk Presiden Michel Aoun, telah menolak seruan untuk penyelidikan independen, dan menyebutnya “buang-buang waktu” sebagaimana akhirnya akan dipolitisasi.
Pemimpin kelompok Hizbullah pada Jumat malam, mengatakan bahwa dia tidak mempercayai penyelidikan internasional, dalam hal ini referensi bantuan FBI.
Sementara itu, Hassan Nasrallah mengungkapkan penyebab ledakan itu masih belum jelas, dirinya mengatakan bahwa penyelidikan internasional juga harus membebaskan Israel dari tanggung jawab apa pun dalam ledakan tersebut.
Israel membantah keterlibatan dan sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.
Namun, Aoun yang didukung oleh Hizbullah mengatakan, itu adalah salah satu teori yang sedang diteliti.
Ledakan itu telah memicu kemarahan rakyat dan membalikkan situasi politik di Lebanon yang dilanda krisis, dan menyebabkan demonstrasi kekerasan serta pengunduran diri pemerintah.
Para Pemimpin Barat juga mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan bantuan langsung kepada rakyat Lebanon dalam jumlah miliaran dolar, namun tidak akan disalurkan ke negara itu sebelum reformasi yang signifikan terjadi. Demikian dikutip dari Aljazeera.  
Interaksi Berita