Departemen Kepolisian AS Mengembalikan Persenjataan Militer Kepada Negara

AMERIKA SERIKAT ✪ Departemen Kepolisian Amerika Serikat menyerahkan kembali sistem persenjataan militer kepada negara. Sebagaimana program hibah dari Departemen Pertahanan tersebut sudah berlangsung selama 10 tahun terakhir.
Hibah sistem persenjataan berupa senjata dan kendaraan taktis itu diserahkan kepada Departemen Kepolisian. Namun. baru-baru ini program tersebut mendapat sorotan terkait gelombang aksi protes atas kebrutalan polisi.
Bantuan sistem persenjataan itu telah disalurkan ke seluruh jajaran Departemen Kepolisian AS sejak tahun 1991. Sistem persenjataan militer yang bernilai lebih dari 7 miliar dolar itu termasuk jenis senjata serbu semi otomatis dan kendaraan tempur anti ranjau yang diperkirakan beratnya 40 ton, dan pernah digunakan oleh tentara Amerika pada saat operasi di Afgahnistan dan Irak.
Para pejabat jajaran Departemen Kepolisian sangat bergairah atas program tersebut, dan mengatakan bahwa sistem persenjataan militer itu telah menyelamatkan banyak nyawa dan memungkinkan polisi menghadapi berbagai keadaan darurat.
Meski demikian, beda halnya pendapat dan kritikan tajam yang ditujukan kepada Departemen Kepolisian, yang menjadi sorotan adalah sistem persenjataan militer itulah yang telah membentuk jatidiri kepolisian menjadi tirani, seperti mengadakan operasi penggrebekan untuk cipta kondisi narkoba tak bertuan hingga menghadapi aksi protes di jalanan setelah kematian George Floyd.
Gayung bersambut, demikian aksi protes yang kian bergulir, masyarakat menentang program hibah sistem persenjataan militer Departemen Pertahanan.
Sementara itu piihak kepolisian telah mengembalikan 126 unit kendaraan lapis baja jenis tank, 138 pucuk peluncur granat dan 1.600 lebih sangkur bayonet.
Presiden Barack Obama pada tahun 2015 dengan ketat membatasi program tersebut, namun Presiden Donald Trump pada Agustus 2017 lalu telah membatalkan peraturan Obama tersebut. Sejak itu Departemen Pertahanan menghibahkan kembali sistem persenjataan yang bernilai 1 miliar dolar tersebut ke seluruh jajaran Departemen Kepolisian AS, sebagaimana hal itu disebut-sebut sebagai “barang surplus”. [ii/pp]
 
Editor Bahasa: Rizal Tanjung
VOA Direct Journalists
Interaksi Berita