Aplikasi Terbaru Mampu Mengatasi Gangguan Jet Lag

TEKNOLOGI ✪ AMERIKA SERIKAT – Jet lag merupakan suatu gangguan yang bersifat sementara yang mengakibatkan kelelahan, insomnia dan gejala lain disebabkan perjalanan lintas udara melalui rentang zona waktu. Gejala lain jet lag antara lain timbulnya rasa kecemasan, sembelit, diare, kebingungan, dehidrasi, sakit kepala, lekas marah, mual, berkeringat, masalah koordinasi dan bahkan kehilangan memori.
Banyak aplikasi mengklaim dapat mengatasi gangguan jet lag. Menurut para peneliti Universitas Michigan, rumus matematika mampu menyesuaikan sesorang dengan zona waktu dan paparan cahaya adalah sumber kuncinya.
“Jika anda mendapatkan pancaran cahaya di waktu atau cara yang tidak tepat, maka akan mengarahkan anda ke arah yang salah,” kata profesor matematika dari Universitas Michigan, Daniel pemalsu yang memimpin penelitian disaat publikasi.
Sebuah alat utama, jam biologis yang disebut ‘Ritme Sirkadian’ dapat mengatur ketika kita mengantuk dalam perjalanan udara melintasi zona waktu dan alat itu mampu me-reset sendiri.

Sebuah alat yang disebut 'Ritme Sirkadian' dapat mengatur ketika kita mengantuk dalam perjalanan udara melintasi zona waktu

Rizal Tanjung
Menurut tim peneliti Michigan yang sebagian didanai oleh Angkatan Udara, demikian dirilis Charleston Daily Mail, bahwa cahaya adalah regulator terkuat terbukti mampu memprediksi ritme sirkadian seseorang dengan pemodelan komputer.
Hal ini dapat dilakukan setiap hari ketika seseorang berada dalam pancaran sinar cahaya, demikian tim Forger melaporkan dalam jurnal PLoS Computational Biology.
Sebuah aplikasi iPhone gratis, aplikasi ini belum tentu dapat dipastikan membantu. Hingga saat ini pihak peneliti University of Michigan studi masih menunggu data dari pengguna.
Menurut spesialis obat tidur Dr Steven Altchuler, asisten profesor psikiater di Mayo Klinik College Medicine mengatakan sangat diharapkan motivasi seseorang untuk menyesuaikan keadaan dan situasi dengan cara kegiatan olahraga agar mampu mengimbangi gejala dan gangguan Jet Lag.
“Saya pikir itu masuk akal, apapun anda lakukan menurut hal itu terbaik guna mengoptimalkan penyesuaian keadaan tanpa mengkonsumsi obat-obatan,” kata Dr Charles Bae, Pusat Gangguan Tidur Klinik Cleveland.
Interaksi Berita