Ancaman Serius Erdogan Buka Gerbang Jutaan Pengungsi Suriah ke Eropa

TURKI ✪ Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan dan mengancam akan melepaskan jutaan imigran ke Eropa jika Uni Eropa tidak mendukung rencananya untuk ‘zona aman’ di Suriah.
“Jika tidak ada dukungan untuk proyek-proyek yang kami kembangkan, maka tidak ada pilihan selain membuka pintu untuk satu atau dua juta pengungsi, dan membiarkan mereka menuju ke Eropa,” tegas Erdogan.
Sementara itu kelompok etnis Kurdi memprotes, dan melakukan aksi di beberapa kota di Eropa termasuk Milan dan Oslo atas invasi Turki ke Suriah utara.
Turki merupakan gerbang rumah bagi 3,6 juta pengungsi dan Erdogan telah lama merencanakan ‘zona aman’ di mana beberapa dari mereka dapat ditampung.
Setelah ancaman serupa dituding sebagai pemerasan, Erdogan bersikeras bahwa dia tidak mengintimidasi siapa pun tetapi mengedepankan solusi.
Erdogan juga mengatakan bahwa ia akan membersihkan teroris di lintas perbatasan Suriah utara jika milisi Kurdi tidak mundur pada Selasa, pukul 6 sore, rentang waktu yang disepakati dengan pihak Rusia.

Presiden Erdogan menggandakan ancaman bahwa dia akan 'membuka gerbang' bagi pencari suaka jika UE tidak mendukung rencananya untuk 'zona aman' di utara negara yang dilanda perang

Rizal Tanjung
Mengacu pada milisi YPG sebagai teroris, dirinya menambahkan, “Jika teroris tidak dibersihkan dalam tempo 150 jam, kami akan mengambil kendali dan membersihkannya sendiri,” imbuh Erdogan.
Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyepakati perjanjian di resor Laut Hitam Sochi pada Selasa, di mana Moskow akan memfasilitasi pemindahan para pejuang dan senjata mereka dari jarak 18 mil di perbatasan.
Terlepas dari ancaman serius, Erdogan mengatakan Turki sebagian besar telah mencapai tujuan dalam hal membangun ‘zona aman’ terhadap serangan dari kelompok ekstrimis Negara Islam (IS) dan milisi Kurdi YPG.
Turki telah berulang kali mengkritik dukungan Amerika terhadap milisi Kurdi YPG, yang mempelopori perang melawan ekstrimis Negara Islam di bawah bendera Pasukan Demokratik Suriah (SDF).
Bagi Ankara, YPG sama berbahayanya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan telah melakukan pemberontakan terhadap negara Turki sejak 1984.
Partai terlarang PKK masuk dalam daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Ankara, AS, dan Uni Eropa. Demikian diwartakan Daily Mail.
Awal bulan ini, Turki dan AS mencapai kesepakatan tentang penarikan YPG dari zona 120 kilometer antara Tal Abyad dan Ras al-Ain setelah operasi militer Turki yang mendukung Suriah terhadap para pejuang Kurdi pada 9 Oktober.
Amerika Serikat menyebut hal ini telah selesai dan sebagai imbalannya, Ankara setuju untuk menghentikan serangan.
 
Interaksi Berita