Afsel Kerahkan 2.500 Prajurit, 1.700 Ditangkap dan 70 Tewas dalam Kerusuhan

JOHANNESBURG ✪ Kerusuhan yang berlangsung selama sepekan ini di Afrika Selatan telah memaksa pemerintah negara tersebut mengerahkan 2.500 prajurit tentara guna membantu personel kepolisian dan menangkap lebih dari 1.700 orang, Rabu (14/7).

Kerusuhan berkecamuk disertai aksi kekerasan dan penjarahan yang meluas di Afrika Selatan dilatarbelakangi penolakan mantan Presiden Jacob Zuma atas vonis hukuman penjara selama 15 bulan yang dijatuhkan terhadapnya di pengadilan tinggi negara itu menyusul penyerahkan dirinya.

Peristiwa kerusuhan yang telah menelan korban jiwa itu, menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak dimana saat ini terjadi kekurangan perbekalan logistik makanan dan kehabisan bahan bakar.

Kerusuhan yang terjadi saat ini merupakan peristiwa terburuk dalam beberapa dasawarsa di negara itu.

Diperkirakan lebih dari 70 orang tewas akibat lontaran ekspresi kemarahan yang dicurahkan pendukung mantan Presiden Jacob Zuma yang semakin meluas setelah dia menyerahkan diri.

Zuma, 79, dijatuhi vonis hukuman akhir bulan lalu karena menentang perintah pengadilan untuk menyerahkan bukti kepada penyelidik yang menyelidiki kasus korupsi tingkat tinggi selama sembilan tahun dirinya berkuasa hingga 2018.

Dipastikan 1.200 orang telah ditangkap dan terbukti atas pelanggaran hukum dalam peristiwa kerusuhan yang telah menelan korban jiwa itu di provinsi Gauteng dan provinsi KwaZulu-Natal. Demikian dikutip dari Ajazeera.

 

Interaksi Berita
Interaksi Komentar: